Kini, tahun 2025, perkebunan kelapa sawit bukan lagi wacana, melainkan benar-benar ada. Di Desa Lamanu Kecamatan Kabawo (Muna), terhampar luas bibit kelapa sawit siap tanam. Pihak investor melaporkan, banyaknya bibit saat ini, berjumlah 25 (Dua puluh lima) ribu pohon.
Jumlah tersebut akan terus meningkat sesuai dengan ketersediaan lahan, katanya.
Dalam jumpa pers yang digelar hari ini, Selasa 11 Maret 2025 pihak PT Krida Agrisawita (Perusahaan cabang PT Merbau) mengemukakan alasannya hadir di Muna. Bahwa Muna memiliki potensi lahan yang sangat luas. Kemudian melihat data statistik, 75 % masyarakat Muna adalah petani.Di Muna ini, selain cocok dengan jagung, tanahnya boleh dibilang cocok untuk semua jenis tanaman termasuk sawit. Hanya saja, lahannya banyak tidur sehingga tidak ada komoditas unggulan yang diproduksi secara masal. Itulah kami hadir menawarkan solusi bagi petani, kata Kalfan salahsatu koordinator perusahaan.
Disamping memanfaatkan lahan tidur, pembukaan perkebunan kelapa sawit ini berdampak baik terhadap tenaga kerja lokal. Untuk sekarang ini, baru pembibitan sudah menyerap tenaga kerja setidaknya hampir 200 orang, sebutnya.
Tenaga kerja tersebut kata Kalfan, dari masyarakat setempat dengan gaji setara UMP (Upah minimal provinsi) yakni berkisar diangka 3-4 juta rupiah /bulannya.
Sulitnya mata pencaharian, menjadi anugrah besar bagi masyarakat setempat dengan hadirnya investor yang memangkas angka pengangguran. Demikian yang dikemukakan masyarkat dengan irama yang sama.
Mereka menyimpulkan, untuk saat ini perusahaan sawit sangat menjanjikan. "Bayangkan, kami digaji cukup besar, selain mencukupi kebutuhan rumah tangga juga mampu membiayai sekolah anak, ujarnya dengan wajah ceria.
Lebih membahagiakan lagi tambahnya, banyak suami istri bekerja disini. Jika diakumulasi gaji kami, bisa mencapai 8 juta rupiah /bulan, terangnya. (HL)
0 Komentar